LEMIGAS IKUTI KONVENSI DAN PAMERAN IPA 2017

Jumat, 16 Juni 2017     11:25:56     superadmin     Umum     198x dilihat
Sebarkan:

JAKARTA - Konvensi dan Pameran IPA ke-41 tahun 2017 resmi dibuka 17 Mei 2017 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, didampingi oleh Dirjen Migas, I Gusti Nyoman Wiratmaja, Kepala SKK Migas Amin Sunaryadi dan Presiden IPA Christina Verchere.

Tema acara tersebut Accelerating Reform to Re-Attract Investment to Meet the Economic Growth Target”.  Christina Verchere menekankan kontribusi signifikan dari industri hulu migas di samping memproduksi energi dan menghasilkan pendapatan bagi negara, “Industri migas dikombinasikan dengan berbagai sektor pendukungnya memiliki efek berganda yang sangat besar bagi ekonomi Indonesia. Karena itu membuat Indonesia menjadi kompetitif dan atraktif bagi investasi harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia.”

Pengelolaan industri hulu migas saat ini sangat penting. Gas merupakan hal yang penting saat ini, di Indonesia pengalokasian gas masih belum pasti. Produksi gas yang ada di Indonesia cukup banyak, tetapi tidak dapat dijual karena tidak ada pembelinya. Sesuai arahan Presiden, gas menjadi prioritas utama pembangkit listerik (to gas to power). Beberapa Plant Gate PLN yang termasuk dalam program Gas Power Plant akan mendapatkan alokasi dari pemerintah. Dengan kebijakan ini diharapkan industri K3S dapat lebih fokus dalam memproduksi gas, sehingga menghasilkan gas lebih baik.

 

Beberapa tahun lalu menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, PLN mengalami kesulitan untuk mendapatkan alokasi gas. Sehingga pembangunan PLTG pembangkit listrik tenaga gas atau pembangkit listrik tenaga mesin gas sulit mendapat pasokan gas. Tetapi untuk saat ini daerah yang sangat jauh dari sumber energi utama seperti tambang batu bara sudah dapat menggunakan gas.

 

Dalam sambutannya membuka acara Konvensi dan Pameran IPA 2017 Ignasius Jonan juga menyampaikan, peran pemerintah saat ini adalah mendorong investasi dibidang migas dengan melakukan percepatan dibidang perijinan migas. Menteri ESDM menyampaikan bahwa “Yang saya bisa lakukan sesuai perintah presiden bahwa kita akan lakukan membantu percepatan semua perijinan migas”. Menurutnya masih banyak kinerja team di SKK Migas memiliki kinerja yang lambat bahkan bukan hanya di SKK Migas saja, melainkan industri ini memiliki kebiasan pelan. Seperti mengenai blok Masela yang sudah dibahas kurang lebih 10 tahun merupakan waktu yang cukup lama, Pak menteri berharap K3S dan SKK Migas dapat lebih praktis dalam proses pencarian energi baru sehingga prosesnya tidak terlalu berkepanjangan.

 

Produksi migas Indonesia saat ini kurang dari setengah produksi migas 40 tahun lalu dimana masa kita bisa berproduksi 1,7 juta barell/hari. Pertamina diharapkan melakukan kerjasama atau studi mengenai permasalahan dalam teknologi dengan perusahaan atau negara lain yang sudah berpengalaman. Sehingga pertamina dapat lebih giat melakukan eksplorasi migas nasional, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan eksplorasi migas bukan semata-mata sebagai penghasil devisa Negara saja melainkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu pemerintah mencanangkan program Gas to Power yang besar sekali

 

Menteri ESDM membuka acara Konvensi dan Pameran IPA 2017, dilanjutkan dengan kunjungan rombongan menteri ESDM keberapa stand pameran IPA 2017. Wakil Menteri ESDM Arcanda Tahar menyempatkan diri untuk mengunjungi stand pameran Kementerian ESDM. Dalam kunjungannya beliau sangat antusias tentang teknologi yang dikembangkan oleh unit-unit yang ada di Badan Litbang ESDM. Miniatur Rig Hidrolik LEMIGAS menjadi salah satu yang menarik perhatiannya beliau berharap melalui  perkembangan Rig Hidrolik LEMIGAS agar segera digunakan dan dikembangkan terus.

Tags: