BCEF, Komitmen Indonesia untuk Mempercepat Pengembangan EBT

Jumat, 12 Februari 2016     14:19:24     superadmin     Umum     1575x dilihat
Sebarkan:

NUSA DUA – Pertemuan Bali Clean Energy Forum (BCEF) 2016 merupakan wadah bertemunya berbagai pemangku kepentingan ditingkat nasional dan internasional untuk berdiskusi dan mencari solusi mengenai percepatan pengembangan energi bersih. Penyelenggaraan Bali Clean Energy Forum ini adalah bentuk komitmen Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi bersih dan berpartisipasi secara aktif dalam kancah  pengembangan energi bersih ditingkat regional dan global.

“Hari ini kita yang hadir dari berbagai penjuru dunia akan mendengungkan kepada dunia sebuah komitmen untuk membangun sektor energi secara bersih dengan memanfaatkan energi bersih dan terbarukan,” ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said dalam sambutannya, Kamis (11/2).

Indonesia lanjut Sudirman, perlu mengambil peran aktif dalam berbagai komunitas energi global. Dengan demikian Indonesia dapat berpartisipasi dan membantu dunia mencari dan menjadi solusi dalam kancah pengembangan energi global dunia.

Sudirman mencontohkan, salah satu bentuk partisipasi Indonesia dalam pengembangan energi bersih, adalah melalui pengembangan Center of ExcellenceEnergi Bersih.

Center of Excellence ini adalah pusat terpadu bagi penelitian, pengembangan hasil penelitian, pendidikan, peningkatan kapasitas pelaksanaan, hingga fasilitasi investasi dalam pengembangan energi bersih, dengan tiga menu utama: informasi, teknologi dan pendanaan.

CoE Indonesia akan mendukung upaya percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi 23% dalam komposisi bauran energi nasional pada tahun 2025. Untuk jangka 4 tahun kedepan, CoE akan berfokus pada upaya mendukung program pembangunan ketenagalistrikan 35 GW, dimana 25% atau sekitar 8.8 GW akandatang dari energi terbarukan, dan 25% lagi dari energi gas. Sampai dengan saat ini, progres pembangunan ketenaga listrikan 35.000 MW telah mencapai sebesar 17,3 GW yang terkontrak, dimana 2,7 GW diantaranya berasal dari energi terbarukan. (SF)

 

Sumber: Kementerian ESDM

 

Tags: